Bahas Tol, Koster akan Menghadap Menteri PU

3 weeks ago 3
ARTICLE AD BOX
MANGUPURA, NusaBali
Gubernur Bali Wayan Koster memastikan proyek Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi akan berlanjut meskipun sudah dikeluarkan dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Koster dalam Rapat Koordinasi Pemerintah Daerah se-Bali di di Balai Budaya Giri Nata Mandala, kawasan Puspem Badung, Rabu (12/3) mengatakan selain memastikan berlanjutnya proyek jalan tol itu, juga menjadikan jalan tol program super prioritas mendesak pada periode kedua kepemimpinannya. Dia pun segera akan menghadap Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo untuk membahas pola pembangunannya.

“Melanjutkan rencana pembangunan Tol Jagat Kerthi Bali Gilimanuk-Mengwi, dicabut dari PSN tapi jangan dulu pesimis, pembangunan tidak berarti berhenti karena tidak masuk PSN,” kata Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Buleleng ini. Dia mengingatkan bahwa banyak pembangunan infrastruktur yang bisa berlangsung tanpa PSN, namun untuk proyek ini akan ditentukan kembali pola pembangunannya karena saat masih dalam PSN dikerjakan bersama Kementerian PUPR.

“Untuk memastikan pola pembangunan ini, tanggal 17 (Maret) saya akan menghadap Bapak Menteri PU, membahas pola yang dipakai, apakah masih tetap dengan pola seperti sekarang,” ujar Gubernur Koster. Orang nomor satu di Pemprov Bali ini mengatakan, awalnya pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi mengambil pola pengadaan lahan dari dana APBN sementara konstruksinya pihak ketiga, sedangkan jika hasil pertemuan nanti berubah kemungkinan seluruhnya akan dilepas ke pihak ketiga.

“Nanti konfirmasi soal tol dan juga masalah infrastruktur, kami tentu menginginkan berharap ada dukungan pak menteri, untuk plan B-nya ada skema pemerintah daerah,” kata dia. “Kalau nanti dilepas ke pihak ketiga, maka kami akan berunding dengan Bapak Bupati Badung, walikota dan bupati se-Bali, kita membuat plan B untuk meneruskan jalan ini melibatkan para pelaku ekonomi dan masyarakat Bali,” sambungnya.

Gubernur Koster memberikan arahan dalam Rakor pemerintah daerah se-Provinsi Bali, Rabu (12/3). –YUDA 

Koster optimistis dengan kelanjutan proyek ini. Menurut dia, apapun akan ditempuh karena infrastruktur Tol Gilimanuk-Mengwi sangat dibutuhkan. “Tidak ada pilihan lain, Tol Gilimanuk-Mengwi sudah harus diprioritaskan karena sudah macet total dan mengancam keselamatan karena sering terjadi kecelakaan,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini.

Pada Rabu kemarin Gubernur Koster mengumpulkan seluruh Bupati/Walikota se-Bali beserta jajaran Kepala Perangkat Daerah, dan DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar di Balai Budaya Giri Nata Mandala, kawasan Puspem Badung. Rakor Pemerintah Provinsi, Kota, Kabupaten se-Bali ini mengusung tema sinergitas pembangunan Bali dalam satu kesatuan wilayah, 1 pulau, 1 pola dan 1 tata kelola.

Pelaksanaan Rakor Pemerintah Daerah Provinsi, Kota, Kabupaten se-Bali ini mengusung semangat efisiensi. Di awal sambutannya, Gubernur Koster mengapresiasi kehadiran para peserta rakor yang menggunakan bus untuk hadir ke lokasi. Menurutnya, ini lebih efisien dan meminimalisir macet. “Kemudian acara rakor yang digelar di gedung ini, diberikan pinjam pakai selama sehari, gratis, oleh Bapak Bupati Badung. Sedangkan untuk biaya konsumsi merupakan gotong royong dari Pemprov dan DPRD Provinsi Bali. Kemudian kesenian disumbangkan oleh ISI Bali yang sebelumnya bernama ISI Denpasar,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, pelaksanaan rakor ini untuk menyamakan persepsi dan sinergi dengan kepala daerah se-Bali dalam rangka mewujudkan pembangunan Bali bisa berjalan harmonis, terintegrasi, dan dijalankan dengan kebersamaan dan kegotongroyongan. “Hal ini diniatkan sesuai dengan UU No 14 tahun 2023 tentang Pemerintahan Daerah perlu dilakukan kebersamaan, sinergitas, antara eksekutif dan legislative yang menjadi unsur pemerintahan daerah.  Tujuan rakor ini agar Bali dapat kita bangun dan kita kelola secara bersama-sama dengan sinergi dalam satu kesatuan wilayah, 1 pulau, 1 pola dan 1 tata kelola,” ungkapnya.

Gubernur Koster pun memaparkan visi Bali 2025-2030 yaitu “Nangun Sat Kerthi Loka Bali Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru” yang dijabarkan ke dalam 22 misi dan 6 program prioritas. Dijelaskan pula, ada Program Super Prioritas Mendesak (PSPM) yang segera dilaksanakan di antaranya menuntaskan permasalahan sampah, mengatasi permasalahan kemacetan, penertiban transportasi dan usaha transportasi pariwisata, penertiban usaha pariwisata, penertiban perilaku wisatawan asing nakal.

Sejumlah pembangunan infrastruktur strategis se-Bali juga dipaparkan sebagai program prioritas lima tahun ke depan. Di mana untuk pembiayaannya akan sharing antara Pemerintah Provinsi Bali, Kabupaten Badung dan Kota Denpasar. Dalam sebuah tayangan video, kepemimpinan Koster Giri merancang pembangunan infrastruktur seperti restorasi Parahyangan Pura Agung Besakih, pembangunan kawasan Pusat Kebudayaan Bali, pembangunan tower Turyapada, pembangunan gedung parkir Pura Batur, jalan baru penghubung Batur-Besakih, jalan baru Sang Hyang Ambu sebagai konektivitas Klungkung - Karangasem, jalan baru Berina konektivitas Karangasem-Buleleng, pembangunan kawasan terpadu Pelabuhan Amed Karangasem, serta Jalan shortcut titik 9 - 10 Singaraja-Mengwitani.

Selain itu juga, pembangunan kawasan terpadu Pelabuhan Sangsit Buleleng, pembangunan jalan baru Sunset Road-Mahendradatta Denpasar, Gatsu Barat-Canggu, Underpass Ahmad Yani Denpasar, Underpass Tohpati Denpasar, Underpass Jimbaran Badung, pembangunan Gedung Parkir Sanur berikut jalan shuttle di pinggir pantai, simpang Akasia - Padanggalak, pembangunan Pusat Olahraga Provinsi Bali di Bangli, pembangunan tol Gilimanuk - Mengwi, serta pembangunan subway MRT Denpasar-Badung-Gianyar.

“Infrastruktur ini sudah kami bahas bersama Bupati-Wakil Bupati Badung dan Sekda, Walikota-Wakil Walikota Denpasar dan Sekda, jadi ini akan sharing pembiayaan. Provinsi Bali, Badung, dan Denpasar sudah sepakat, program ini harus berjalan paling lambat tahun 2028 selesai. Kami juga akan melaporkan ini ke Kementerian PU,” kata Koster seraya mengajak bekerja cepat, praktis, kreatif, inovatif, dan selalu bersinergi dalam satu kesatuan. 7 ind, ant 
Read Entire Article