BEM Unud akan Gelar Sidang Akbar Mahasiswa

1 day ago 1
ARTICLE AD BOX
Presiden BEM Unud, I Wayan Arma Surya Darmaputra mengatakan bahwa Sidang Akbar Mahasiswa ini digelar berdasarkan hasil Konsolidasi Agung Udayana yang telah dilakukan di Gedung Parkir Tingkat Lantai 4 Kampus Unud Sudirman, pada Selasa (1/4) lalu. Konsolidasi dihadiri oleh mahasiswa Unud dari seluruh fakultas. Dalam konsolidasi ini juga telah disepakati dua poin tuntutan. 

Pertama, menuntut kepada Unud untuk membatalkan perjanjian kerja sama antara Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dan Universitas Udayana tentang Sinergitas di Bidang Pendidikan, Kebudayaan, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. 

Kedua, menuntut kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi untuk membatalkan Nota Kesepahaman antara Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dan Tentara Nasional Indonesia tentang Sinergitas di Bidang Pendidikan, Kebudayaan, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Arma mengungkapkan pada, Rabu 5 Maret 2025 lalu, di tengah hiruk-pikuk penolakan Revisi Rancangan Undang-Undang TNI yang telah disahkan pada 20 Maret 2025, Unud dan TNI AD dalam hal ini Kodam IX/Udayana menandatangani perjanjian kerja sama tentang Sinergitas di Bidang Pendidikan, Kebudayaan,

Teknologi dengan Nomor B/2134/UN14.IV/HK.07.00/2025. Dokumen perjanjian ini baru diumumkan secara resmi pada, Rabu 26 Maret 2025.

Bila dikaji lebih lanjut, perjanjian yang bertujuan untuk membangun kolaborasi antara kedua institusi ini masih bersifat umum tanpa adanya pengaturan teknis terkait pelaksanaannya. Ketidakjelasan mengenai implementasi kerja sama ini menimbulkan berbagai pertanyaan. 

Terutama terkait batasan kewenangan serta dampaknya terhadap kebebasan akademik dan independensi institusi pendidikan. “Penolakan ini muncul sebagai respons kekhawatiran kami terhadap masuknya unsur militerisasi dalam institusi pendidikan, yang seharusnya tetap netral dan bebas dari kepentingan sektoral tertentu,” ujar Arma dalam keterangan pers, Jumat (4/4). 

Sebagai institusi pendidikan tinggi, menurutnya Unud memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebebasan akademik, memastikan lingkungan yang objektif, serta mencegah segala bentuk pembatasan terhadap kebebasan berpikir, mengajar, dan meneliti. 

Bagi mahasiswa Unud, kerja sama ini berpotensi membatasi kebebasan akademik serta membuka ruang bagi politisasi dalam kegiatan akademik, yang bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi dan kebebasan yang menjadi landasan pendidikan tinggi.

“Sebagai universitas yang menjunjung tinggi prinsip Unggul, Mandiri, dan Berbudaya, Universitas Udayana harus tetap menjadi ruang yang bebas bagi pengembangan ilmu pengetahuan tanpa intervensi yang dapat menghambat kebebasan akademik dan integritas intelektual,” tegasnya. 

Sebelumnya diberitakan menanggapi polemik yang berkembang di media sosial terkait kerja sama antara Universitas Udayana (Unud) dan Kodam IX/Udayana, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana, Kolonel Agung Udayana menegaskan kerja sama tersebut murni bersifat edukatif dan tidak bertujuan untuk menghadirkan militerisasi di lingkungan kampus.

Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Agung Udayana dalam keterangan persnya, pada Rabu (2/4) memberikan klarifikasi terkait isu tersebut. Kolonel Agung mengatakan bahwa kerja sama ini sama sekali tidak bertujuan untuk intervensi militer di kampus. 

"Ini adalah tindak lanjut dari MoU Kemendikbudristek dengan TNI pada tahun 2023 sebagaimana disampaikan Rektor Unud Prof Ir I Ketut Sudarsana ST PhD. Fokus kerja sama ini adalah penguatan karakter, wawasan kebangsaan, dan program edukatif yang partisipatif," ujarnya. 

Perwira melati tiga di pundak ini menegaskan bahwa seluruh kegiatan dalam PKS ini murni bersifat edukatif dan tetap berpegang pada Tri Dharma Perguruan Tinggi, tidak akan mengganggu independensi akademik, dan tidak ada sama sekali agenda militerisasi.

"Kami memahami kekhawatiran mahasiswa, tetapi kami tegaskan bahwa TNI hadir sebagai mitra, bukan untuk mendominasi. Program seperti pelatihan bela negara non-militeristik, kuliah umum kebangsaan, dan pengabdian masyarakat justru bertujuan memperkuat rasa cinta tanah air dan kedisiplinan, semua proses tetap mengacu pada regulasi yang berlaku," jelasnya. 

Selain dengan Universitas Udayana, sinergi institusi TNI dengan lembaga perguruan tinggi selama ini telah terjalin dengan baik. Beberapa universitas ternama yang telah menjalin kerja sama akademik dengan TNI di antaranya Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (UIN Jakarta), Universitas Negeri Malang (UM) dan masih banyak lainnya. 7 adi
Read Entire Article