Diduga Depresi, Warga Rusia Diamankan Petugas

3 weeks ago 3
ARTICLE AD BOX
Camat Kuta Selatan, Ketut Gede Arta, menjelaskan diamankannya seorang WNA yang diketahui asal Rusia itu setelah menerima informasi dari Kapolsek Kuta Selatan AKP I Komang Agus Dharmayana W sekitar pukul 19.00 Wita. “Kemudian kami segera berkoordinasi dengan Satpol PP dan Trantib agar bergerak ke lokasi di Ungasan karena WNA tersebut berada di salah satu vila di sana. Namun, saat anggota menuju lokasi, WNA itu sudah diamankan di Polsek Kuta Selatan,” kata Gede Arta, Selasa (11/3)

Menurut informasi yang diterima, OC tidak melakukan tindakan yang mengarah ke kekerasan, tetapi tindakannya dinilai berpotensi menimbulkan keresahan dengan masuk ke vila-vila. Oleh karena itu, aparat memutuskan untuk segera membawanya ke RSUP Prof Ngoerah di Denpasar guna mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. “Informasi terakhir yang saya dapatkan, WNA tersebut sudah dirujuk ke RS Prof Ngoerah karena diduga mengalami depresi,” ucap Gede Arta.

Terpisah, Kapolsek Kuta Selatan AKP I Komang Agus Dharmayana W, membenarkan WNA tersebut diamankan di Ungasan sebelum ditindaklanjuti oleh Satpol PP dan Imigrasi. “WNA itu belum ada tindakan pidana yang dilakukan. Dia  tidak merusak barang-barang orang maupun fasilitas umum atau milik orang pribadi,”  kata Kapolsek seraya menambahkan masih menunggu laporan dari rumah sakit terkait kondisi kejiwaannya.

Di tempat terpisah, seorang WNA asal Amerika Serikat juga diamankan di kawasan Kuta. WNA tersebut diamankan lantaran membuat kegaduhan di Jalan Poppies menuju Kuta Square sekitar pukul 22.15 Wita. “Kemarin (Selasa) malam petugas Bakamda Desa Adat Kuta melaporkan ke kita terkait WNA tersebut bikin kegaduhan, memakai pakian bikini teriak-teriak di jalan. Sempat juga mengambil barang yang ada di art shop daerah sana,” ujar Danru Satpol PP BKO Kuta, I Wayan Suantara.

Menurutnya, sebelum petugas tiba di lokasi, perempuan tersebut sudah diamankan oleh Bakamda di kawasan Kuta Square. Setelah itu, petugas Satpol PP membawa WNA tersebut ke RSUP Prof Ngoerah untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Suantara melanjutkan bahwa WNA tersebut sebelumnya sudah pernah diamankan pada bulan lalu dengan laporan serupa. Saat itu, yang bersangkutan diarahkan kembali ke hotelnya dan mengaku akan segera pulang ke negaranya. Namun, kejadian serupa kembali terulang, sehingga kali ini harus mendapatkan perawatan medis.

“Kami juga telah berkoordinasi dengan pihak Imigrasi melalui grup WhatsApp Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) untuk menangani WNA tersebut. Kalau, rekomendasi deportasi belum, karena yang bersangkutan masih dirawat di rumah sakit dan pihak Imigrasi mengarahkan apabila WNA diindikasi depresi atau ada gangguang kejiwaan harus ditangani dahulu di rumah sakit,” jelasnya.

Saat ditanya mengenai tempat tinggal WNA tersebut selama di Bali, Suantara mengatakan belum mendapatkan informasi karena yang bersangkutan tidak mau memberitahukan. Selain itu, identitas lengkap WNA tersebut pun belum diketahui lantaran langsung diserahkan ke bagian penanganan WNA di RSUP Prof Ngoerah. 7 ol3
Read Entire Article