ARTICLE AD BOX
Program ini merupakan salah satu dari 24 program unggulan Bang-Ipat yang dijanjikan dalam 100 hari kerja mereka. Bupati Kembang mengungkapkan bahwa ide ini muncul dari keluhan masyarakat saat kampanye. "Saat itu, ada warga yang sangat membutuhkan mobil untuk mengantar keluarganya menjalani kemoterapi di RSUP Prof Ngoerah, Denpasar. Dari permasalahan tersebut, kami merancang program ini untuk menjawab kegelisahan masyarakat. Astungkara, hari ini bisa terealisasi," ucap Bupati Kembang.
Layanan mobil antar jemput ini gratis bagi seluruh masyarakat Jembrana, terutama dari keluarga kurang mampu. "Mobil ini baru dan tidak diberi stiker khusus agar masyarakat tidak merasa malu. Mobil ini lengkap dengan sopir dan bahan bakar, tanpa dipungut biaya," ucap Bupati Kembang.
Kepala Dinas Sosial Jembrana I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata menjelaskan bahwa syarat untuk mengakses layanan ini sangat mudah, yaitu menunjukkan KTP atau KK. "Masyarakat bisa menghubungi kontak person atau datang langsung ke layanan Dinsos di MPP (Mal Pelayanan Publik). Operator akan memastikan jadwal rujukan dan titik penjemputan, lalu mengatur jadwal dengan sopir," jelasnya.
Oka Parwata menekankan bahwa layanan ini khusus untuk pasien rawat jalan terjadwal. Bukan untuk kondisi darurat. "Misalnya, pasien pasca operasi yang kontrol ke RSUP Prof Ngoerah bisa memanfaatkan layanan ini. Untuk pasien darurat, tetap menggunakan ambulans dari rumah sakit," tambahnya.
Ketua Paguyuban Kelian Dinas Kabupaten Jembrana I Gusti Kadek Ariana yang turut hadir dalam launching tersebut, mengapresiasi program ini. Pihaknya juga berjanji akan menyosialisasikan program ini kepada masyarakat.
"Kami akan sosialisasikan dalam rapat-rapat di tingkat banjar. Agar masyarakat tahu bahwa Jembrana memiliki program yang sangat membantu dalam mengakses layanan kesehatan," ucap Ariana.7ode