Sistem Pembelajaran Tidak Nyambung, Sejumlah SMPN di Karangasem Krisis Guru

3 weeks ago 3
ARTICLE AD BOX
AMLAPURA, NusaBali
Sejumlah SMPN di Karangasem mengalami krisis guru. Di SMPN 5 Abang, Karangasem, misalnya kekurangan guru IPA dan IPS. Pembelajaran mata pelajaran ini dilakukan oleh guru lain sehingga tidak nyambung. Dampaknya lagi, pembelajaran ini tidak diterima oleh aplikasi dapodik (data pokok pendidikan). 

"Agar siswa bisa belajar maka mata pelajaran IPA diisi guru Matematika. Sedangkan mata pelajaran IPS diisi guru bahasa Indonesia, tidak nyambung. Dari pada siswa tidak belajar IPA dan IPS," jelas Kasek SMPN 5 Abang I Nyoman Susanta di ruang kerjanya, Banjar Bau Kawan, Desa Nawakerti, Kecamatan Abang, Karangasem, Jumat (14/3).

Lanjut Susanta, guru IPA telah memasuki purnatugas, yakni  I Nyoman Jaminada. Sedangkan guru IPS, sebelumnya dipegang dirinya. Karena menjabat kasek sehingga guru IPS jadi kosong. 

Kata dia, di SMPN 5 Abang rata-rata guru mengajar di atas 30 jam seminggu. Sekolah ini hanya memiliki 15 guru. "Bahkan ada guru yang mengajar hingga 48 jam, dari kelas VII hingga kelas IX, tidak henti-henti di seluruh kelas," kata Kasek SMPN 5 Abang sejak 1 April 2024.

Kondisi serupa juga dialami SMPN 1 Selat. Menurut Kasek I Nengah Sikiarta, di sekolah itu tanpa guru Informatika, Bahasa Indonesia, dan Matematika. Disebutkan, mata pelajaran Informatika diisi guru BK (Bimbingan Konseling). Bahasa Indonesia diisi guru IPS dan Matematika diisi guru IPA. "Di sini ada 19 guru, masing-masing 5 guru PPPK dan 14 guru PNS, memang terbatas," jelas pendidik dari Banjar Sukaluwih, Desa Amerta Bhuana, Kecamatan Selat, Karangasem, ini.

Tambah persoalan, lanjut Sikiarta, April mendatang guru PKN purnatugas sehingga menambah panjang daftar kekurangan guru di SMPN 1 Selat. 

Berbeda halnya dengan SMPN 3 Selat. SMPN ini tidak memiliki guru TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) dan Bahasa Bali. "Mata pelajaran TIK selama ini diisi guru IPA. Kebetulan guru IPA paham teknologi. Sedangkan mata pelajaran bahasa Bali diisi guru agama," ujar Kasek SMPN 3 Selat I Komang Gede Sudarsana.

Kata dia, krisis guru mata pelajaran ini akan berlanjut. Karena Juli 2025, guru Matematika memasuki purnatugas dan belum pasti ada pengganti. "SMPN 3 Selat juga kekurangan satu guru PJOK (pendidikan jasmani olahraga kesehatan), idealnya 3 guru PJOK, yang ada hanya dua guru PJOK," katanya.

Beda dengan di SMPN 1 Abang. Menurut Kaseknya, I Gusti Bagus Putra kebutuhan guru mencukupi. "Guru di SMPN 1 Abang, lengkap," katanya. Informasi di Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Karangasem tahun 2022 mengalami kekurangan 1.050 guru, selanjutnya tahun 2023-2025, mengalami kekurangan 1.293 guru, termasuk 636 guru SMP.7k16
Read Entire Article