ARTICLE AD BOX
Kemenangan ini juga membuatnya menjadi rekan setim Marc Marquez yang berhasil merebut juara untuk pertama kalinya sejak 2017. Hasil di MotoGP Amerika Serikat sekaligus menumbuhkan kembali kepercayaan diri Bagnaia, meski menyadari kemenangan itu berbau keberuntungan.
Bagnaia sukses mengamankan podium tertingginya di musim ini karena tak luput dari insiden Marc Marquez, yang terjatuh di Tikungan 4 pada lap kesembilan. Pecco yang tepat di belakangnya langsung merangsek naik.
"Perasaan ini luar biasa, saya sangat senang, ini pertama kali saya menang di COTA. Saya tahu kesuksesan ini berkat insiden Marc Marquez, dia lebih cepat dibandingkan orang lain," kata Bagnaia, dilansir OkeSport, Kamis (3/4).
Namun, Bagnaia menegaskan hasil ini juga berkat kerja keras tim dan dirinya dalam menemukan perasaan terbaik di atas motor seperti tahun lalu. Sebab, sejak tes pramusim, Bagnaia merasa tidak nyaman di atas motor baru. Menurutnya, secara psikologi itu tidak mudah, karena melihat musim ini berjalan sejak tes.
“Dalam dua balapan pertama, saya memiliki masalah menemukan perasaan yang tepat saat mengerem, dan saya harus mengatakan akhir pekan lalu sangat terbantu menemukan apa yang saya cari," ujar Bagnaia.
Sepanjang balapan utama di MotoGP Amerika 2025, Bagnaia tampil kuat. Bahkan, saat memimpin balapan dia berhasil membangun jarak yang cukup jauh dengan Alex Marquez.
"Saya sangat senang dengan itu, saya juga senang dengan tim saya. Saya memberikan kredit kepada mereka yang bisa menahan rasa grogi dan mengubahnya ke rincian teknis. Terima kasih kepada mereka dan yang mendukung saya. Saya kembali balapan dengan tersenyum," tutur pembalap asal Italia itu.
Kemenangan pada MotoGP Amerika dikatakan Bagnaia sangat penting bagi dirinya maupun tim. Sebab, ini akan menjadi titik balik untuk kembali tampil kuat di Kejuaraan Dunia MotoGP. Menurutnya, kemenangan selalu penting, dan tim pantas mendapat kemenangan ini, karena melakukan pekerjaan terbaik.
Sementara itu, legenda MotoGP Alex Criville ikut berbahagia melihat Bagnaia memenangkan MotoGP Amerika Serikat. Bagi Criville, hasil itu sekaligus menjadi sinyal bahaya bagi Marc Marquez karena kini Bagnaia menemukan pengaturan motor terbaiknya.
Meski begitu, Criville menyanjung kinerja Bagnaia. Dia mengatakan kalau Pecco berhasil menemukan kembali performa terbaiknya setelah melempem di dua seri balapan sebelumnya. Menurutnya, Pecco akhirnya menemukan momentumnya.
“Saya rasa dia memiliki semua data dari pembalap Ducati, terutama Marc Marquez. Timnya menganalisis data tersebut dan mencoba memberikan yang terbaik agar Pecco kembali ke performa terbaiknya," ujar Criville.
Criville melihat Bagnaia sangat nyaman mengendarai kuda besinya pada saat balapan berlangsung. Menurutnya, penampilan Pecco di COTA adalah yang terbaik sejauh ini. *