ARTICLE AD BOX
Kabar ini diungkapkan Ketua Umum ST Yowana Saka Bhuwana (STYSB) Komang Angga Natyalaksana kepada NusaBali.com ketika dikonfirmasi, Senin sore.
"Nanti malam, (ogoh-ogoh Bhuta Ngawesari) rencananya akan langsung kami bongkar,” ujar Angga.
Tidak seperti pendahulunya, Bhuta Ngawesari yang digarap STYSB dan Kedux untuk Hari Suci Nyepi 1947 Saka, tahun 2025 ini, tidak akan dipajang lama. Ini berbeda dengan ogoh-ogoh Celuluk (2024) yang parkir di Balai Banjar Tainsiat hampir tiga pekan setelah pangerupukan.
Sebelum dibongkar, Bhuta Ngawesari yang digarap STYSB bersama Kedux hingga pukul 22.00 WITA di hari pangerupukan, Jumat (28/3/2025) lalu ini, bakal ‘mentas’ untuk terakhir kalinya. Kata Angga, gerak mekanis penuh akan direka ulang Senin malam ini.
“Kami akan coba tes gerak lagi sekali karena sebelumnya, waktu pangerupukan itu, belum dapat gerakan yang maksimal,” ungkap Angga.
Performa Bhuta Ngawesari saat mentas di Catur Muka, Denpasar diakui Angga belum maksimal. Gerakan yang telah dirancang dengan seksama baru tereksekusi 60 persen. Senin malam ini di Balai Banjar Tainsiat, 100 persen gerakan tersebut bakal direka ulang sebelum ogoh-ogoh akhirnya dibongkar.
Garapan Bhuta Ngawesari ini memang menuai sorotan tajam warganet dan pecinta ogoh-ogoh lantaran secara estetika dan gerak mekanis dinilai belum memuaskan. Kedux selaku konseptor pun telah mengakui kekurangan pada garapan ogoh-ogoh Banjar Tainsiat tahun ini.
Di sisi lain, Angga menegaskan bahwa STYSB tidak gentar menghadapi kritikan warganet. Meski begitu, STYSB juga tidak menutup mata dengan masukan dan saran yang membangun dari pecinta ogoh-ogoh Pulau Dewata, sebagai bahan evaluasi menghasilkan garapan yang lebih baik tahun depan.
“Kami tidak anti kritik. Kami telah berusaha memberikan yang terbaik di setiap tahunnya,” tegas Angga.
Sementara itu, menurut informasi dari siaran langsung kanal YouTube Kedux Garage Bali, Minggu (30/3/2025), garapan ogoh-ogoh STYSB bersama Kedux tahun depan akan menggandeng perusahaan otomotif raksasa yakni Toyota.
Garapan ogoh-ogoh Banjar Tainsiat disebut-sebut bakal disuntik dukungan perusahaan otomotif global asal Jepang tersebut melalui program corporate social responsibility (CSR) Toyota. Namun, Angga belum mau merinci kerja sama yang dimaksud.
Begitu juga soal desas-desus bahwa STYSB akan mengikuti lomba ogoh-ogoh Denpasar serangkaian Kasanga Fest 2026, Angga belum mau membocorkan. “Lihat saja nanti, tahun depan akan ada banyak kejutan,” tandasnya. *rat
"Nanti malam, (ogoh-ogoh Bhuta Ngawesari) rencananya akan langsung kami bongkar,” ujar Angga.
Tidak seperti pendahulunya, Bhuta Ngawesari yang digarap STYSB dan Kedux untuk Hari Suci Nyepi 1947 Saka, tahun 2025 ini, tidak akan dipajang lama. Ini berbeda dengan ogoh-ogoh Celuluk (2024) yang parkir di Balai Banjar Tainsiat hampir tiga pekan setelah pangerupukan.
Sebelum dibongkar, Bhuta Ngawesari yang digarap STYSB bersama Kedux hingga pukul 22.00 WITA di hari pangerupukan, Jumat (28/3/2025) lalu ini, bakal ‘mentas’ untuk terakhir kalinya. Kata Angga, gerak mekanis penuh akan direka ulang Senin malam ini.
“Kami akan coba tes gerak lagi sekali karena sebelumnya, waktu pangerupukan itu, belum dapat gerakan yang maksimal,” ungkap Angga.
Performa Bhuta Ngawesari saat mentas di Catur Muka, Denpasar diakui Angga belum maksimal. Gerakan yang telah dirancang dengan seksama baru tereksekusi 60 persen. Senin malam ini di Balai Banjar Tainsiat, 100 persen gerakan tersebut bakal direka ulang sebelum ogoh-ogoh akhirnya dibongkar.
Garapan Bhuta Ngawesari ini memang menuai sorotan tajam warganet dan pecinta ogoh-ogoh lantaran secara estetika dan gerak mekanis dinilai belum memuaskan. Kedux selaku konseptor pun telah mengakui kekurangan pada garapan ogoh-ogoh Banjar Tainsiat tahun ini.
Di sisi lain, Angga menegaskan bahwa STYSB tidak gentar menghadapi kritikan warganet. Meski begitu, STYSB juga tidak menutup mata dengan masukan dan saran yang membangun dari pecinta ogoh-ogoh Pulau Dewata, sebagai bahan evaluasi menghasilkan garapan yang lebih baik tahun depan.
“Kami tidak anti kritik. Kami telah berusaha memberikan yang terbaik di setiap tahunnya,” tegas Angga.
Sementara itu, menurut informasi dari siaran langsung kanal YouTube Kedux Garage Bali, Minggu (30/3/2025), garapan ogoh-ogoh STYSB bersama Kedux tahun depan akan menggandeng perusahaan otomotif raksasa yakni Toyota.
Garapan ogoh-ogoh Banjar Tainsiat disebut-sebut bakal disuntik dukungan perusahaan otomotif global asal Jepang tersebut melalui program corporate social responsibility (CSR) Toyota. Namun, Angga belum mau merinci kerja sama yang dimaksud.
Begitu juga soal desas-desus bahwa STYSB akan mengikuti lomba ogoh-ogoh Denpasar serangkaian Kasanga Fest 2026, Angga belum mau membocorkan. “Lihat saja nanti, tahun depan akan ada banyak kejutan,” tandasnya. *rat