ESI Bali Apresiasi BOG Masuk PON

20 hours ago 1
ARTICLE AD BOX
DENPASAR, NusaBali
Pengurus Provinsi Esport Indonesia (ESI) Bali mengapresiasi Battle of Guardian (BOG) masuk dan dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Masuknya game karya asli Bali itu diharapkan mampu mendulang emas. Selain itu, juga menunjukan game produksi lokal alias dalam negeri.

Ketua Harian Pengprov ESI Bali, Anak Agung Gde Harya Putra mengatakan, dari informasi yang diterima ada 7 game dipertandingkan dalam PON XII/2028  di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Ada pun ketujuh game itu, yakni PUBG Mobile, Mobile Legen, Free Fire, eFootball, Loka Pala, Wonder of King dan BOG. 

"Pada PON sebelumnya ada lima game. Tapi, PON mendatang, ada dua tambahan yang akan dipertandingkan nantinya. Yakni Wonder of King dan BOG," ujar Harya Putra.

Yang menarik, kata Harya Putra, game BOG yang notabene game besutan anak-anak Bali. Dengan dipertandingkannya game tersebut, dapat dipastikan mendongkrak produksi game dalam negeri. Selain itu, diikutsertakan BOG diharapkan dapat menyumbangkan banyak medali emas. 

"Serunya lagi, BOG ini besutan anak Bali. Ini yang kita banggakan. Ya, semoga game ini bisa naik ke jenjang yang lebih tinggi ke depannya," kata Harya Putra, berharap.

Pada PON Aceh dan Sumatera Utara September 2024 silam, kontingen Bali meraih medali emas untuk game BOG. Meski baru ekshibisi, Harya Putra tetap mengapresiasi karena pada PON mendatang sudah dipertandingkan secara resmi. Dia berharap, pencapaian tersebut terus dijaga pada event berikutnya. 

"Harapnya ini terus kita jaga. Karena, ini sudah menjadi modal kita untuk meraih emas. Ke depannya, para atlet harus terus berlatih untuk mengasah kemampuan mereka," kata Harya Putra lagi.

Meski demikian, Harya Putra juga tidak menampik kalau sejauh ini PB ESI belum mengeluarkan aturan terkait batas umur yang ikut di PON mendatang. Maka dari itu, pihaknya saat ini gencar menjaring bibit-bibit atlet potensial mulai dari Porsenijar Kabupaten/Kota maupun di Porjar Bali. Dia berharap, batas usia nantinya mengikuti aturan yang ada sebelumnya yakni 22 tahun. 

"Untuk nomor dan kompetisi disesuaikan dengan PON sebelumnya. Bibit-bibit itu tersedia di Kabupaten kota, maka saat ini kita berlomba-lomba mencari regenerasi," pungkas Anak Agung Gde Harya Putra,  berharap. dar
Read Entire Article