Pangayah Tuntaskan Tandingan Banten Catur

22 hours ago 1
ARTICLE AD BOX
"Banten catur telah tuntas, untuk keperluan di linggih Padma Tiga, linggih Bale Peselang dan Bale Pasamuan Agung," jelas Ida Pedanda Istri Karang, saat ditemui di Bale pasucian Pura Penataran Agung Besakih, Banjar Besakih Kangin, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Wraspati Kliwon Warigadean, Kamis (3/4).

Banten catur di Bale Pasamuan Agung dipersembahkan banten catur muka. Sedangkan di linggih Padma Tiga dipersembahkan banten catur niri, dan di bale peselang dipersembahkan banten catur rebah.

Disebutkan, banten catur muka, kemasannya, ada empat, setiap warna ditempatkan tersendiri, yakni warna hitam, merah, putih dan loreng. Sedangkan catur rebah, empat kemasannya yang terdiri dari empat warna ditempatkan dalam satu tempat. Banten catur niri dikemas terpisah, tiap warna satu kemasan. Catur niri mirip dengan catur muka.

"Memang banten catur itu diperlukan di setiap Karya Agung Ida Bhatara Turun Kabeh, dari dulu, karena mengacu  Raja Purana Pura Besakih," jelas Ida Pedanda Istri Karang.

Linggih banten catur tuntas dibangun di Pura Penataran Agung Besakih, Banjar Besakih Kangin, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Kamis (3/4). -NANTRA

Banten catur, katanya, melambangkan empat kemahakuasaan Tuhan dalam bentuk Cadu Sakti, yakni Tuhan sebagai Yang Maha Kuasa, Tuhan sebagai Yang Maha Kerja, Yang Maha Ada dan Yang Maha Tahu. Banten catur sebagai lambang, hadirnya Ida Sang Hyang Widhi Wasa untuk menyaksikan jalannya upacara.

Sedangkan empat warna banten catur lanjut Ida Pedanda Istri Karang memiliki makna yang sangat sakral, warna putih manifestasi Tuhan sebagai Dewa Iswara, warna merah sebagai manifestasi Dewa Brahma, warna hitam sebagai manifestasi Dewa Wisnu dan warna loreng sebagai manifestasi Dewa Siwa.

Kemasan banten catur telah dipajang di Bale Pasucian Pura Penataran Agung Besakih. Pantauan NusaBali, nampak segenap pangayah istri menyelesaikan beragam kemasan banten dikoordinasikan Wiku Tapini Ida Pedanda Istri Karang.

Di bagian lan, linggih banten catur telah tuntas dibangun di Mandala II Pura Penataran Agung Besakih, untuk keperluan Karya Agung Ida Bhatara Turun Kabeh, yang puncaknya, Purnama Kadasa, Saniscara Wage Julungwangi, Sabtu (12/4). "Seluruh sanggar tawang untuk linggih banten catur telah tuntas dibangun," jelas Pamucuk Paiketan Pamangku di Pura Besakih Jro Gede Artayasa.

Pengayah juga tuntas membangun  tempat Sarad Agung, dengan tinggi sekitar 4,5 meter. "Hanya untuk banten catur di Bale Peselang dibuatkan palinggihnya, sedangkan di Padma Tiga dan Bale Pasamuan Agung tidak dibuatkan palinggih. Sebab, banten catur itu langsung ditempatkan di palinggih itu," katanya.7k16
Read Entire Article