Sampah Kiriman di Pesisir Badung Capai 100 Ton

19 hours ago 1
ARTICLE AD BOX
MANGUPURA, NusaBali
Musim sampah kiriman laut di pantai barat Badung tahun ini mengalami dua fase. Setelah puncak fase pertama pada Januari 2025, fase kedua kini tengah berlangsung, meski dengan volume yang lebih sedikit. Rata-rata total sampah yang menepi di fase kedua mencapai 100 ton di seluruh zona pantai barat. 

Koordinator Deteksi dan Evakuasi Sampah Laut (Desalut) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Badung, I Made Gde Dwipayana, mengatakan tiga wilayah yang paling banyak menerima dampak sampah kiriman kali ini adalah Pantai Kuta, Kedonganan, dan Jimbaran. “Total rata-rata sampah yang menepi di fase dua sebanyak 100 ton di seluruh zona pantai barat,” ujar Dwipayana pada Kamis (3/4) siang.

Dikatakan, sampah kiriman fase kedua ini mulai muncul saat mendekati hari pemelastian menjelang Hari Raya Nyepi pada Sabtu (29/3) lalu. Meski demikian, Dwipayana mengaku jika sampah kiriman fase kedua kecenderungannya mulai menurun.

“Untuk di Pantai Kuta, sampah yang kita tangani dari pesisir masih kita kumpulkan di Stopover (STO). Kuta menjadi tantangan karena medannya relatif susah. Kita dihadapkan dengan pasang air laut, pasir yang gembur, dan abrasi juga,” kata Dwipayana.

Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Kebersihan dan Limbah B3 Dinas LHK Badung, Anak Agung Gede Dalem, menambahkan kemunculan kembali sampah kiriman ini berkaitan dengan cuaca ekstrem yang terjadi belakangan. “Sempat menghilang selama beberapa pekan, sampah kiriman kembali muncul menjelang H-3 pemelastian. Hampir seluruh pantai di zona barat Badung kembali terdampak, termasuk Pantai Cemagi yang sebelumnya tidak terkena dampak fase kedua ini,” jelasnya.

Menurut Gung Dalem, badai yang sering terjadi belakangan ini membawa sampah dari sungai ke lautan, sebelum akhirnya terdampar di pesisir. Jenis sampah yang mendominasi kali ini adalah ranting dan kayu, sedangkan khusus di Kedonganan sampah plastik masih menjadi persoalan utama. 

“Musim sampah kiriman kali ini juga berdampak pada pantai-pantai yang sebelumnya jarang terkena dampak, seperti Pantai Labuan Sait,” kata Gung Dalem sembari menyebut sejak akhir November 2024 hingga saat ini total sampah kiriman yang telah ditangani mencapai 3.500-3.600 ton. 7 ol3
Read Entire Article