Tak Bawa Identitas, Duktang Dipulangkan

20 hours ago 1
ARTICLE AD BOX
DENPASAR, NusaBali 
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mengantisipasi gangguan ketentraman dan ketertiban akibat penduduk pendatang (duktang) yang nir identitas masuk Bali melalui arus balik mudik Lebaran tahun 2025 ini. Pemeriksaan berlapis akan dilakukan Satpol PP Bali bekerja sama dengan Satpol PP kabupaten/kota dan instansi terkait. 

Kasatpol PP Bali Dewa Nyoman Rai Dharmadi menyampaikan pada prinsipnya Bali terbuka kepada pendatang. Namun demikian, pendatang yang diharapkan adalah yang memiliki tujuan jelas datang ke Bali, baik untuk bekerja, berwisata, dan tujuan lain yang mendukung pembangunan Bali. "Kalau yang enggak punya tujuan jelas, hanya iseng-iseng saja, ini yang tidak kita inginkan. Karena kita tidak ingin menjadi masalah sosial berikutnya. Seringkali kan karena dia mengisi waktu itu dengan menggepeng, itu yang tidak kita inginkan," ujar Dewa Dharmadi kepada NusaBali, Kamis (3/4). 

Dewa Dharmadi menegaskan, Pulau Bali adalah daerah tujuan wisata dunia. Maka permasalahan sosial seperti itu perlu diantisipasi sedini mungkin. Dia pun mengakui bahwa tidak semua kedatangan duktang memberikan dampak negatif. Bahkan, sebagian besar berdampak pada perekonomian di Bali. "Kita tidak menjustifikasi semua pendatang seperti itu, tidak, hanya saja kita mengantisipasi jangan sampai justru menjadi PR sosial kita," jelasnya.

Untuk menyaring duktang yang tidak membawa identitas, razia akan dilakukan secara berlapis. Dimulai dari Pelabuhan Gilimanuk (Jembrana) dan Padangbai (Karangasem), Terminal Mengwi (Badung), dan wilayah-wilayah yang banyak ditinggali duktang. Razia di pintu masuk akan dilakukan saat arus balik mudik pada akhir pekan ini. Satpol PP Bali dan Kabupaten/Kota akan bekerja sama dengan pihak ASDP dan Terminal Mengwi. Sementara itu 10 hari pasca arus balik mudik, razia akan mulai dilakukan di kantong-kantong duktang. Bagi yang terciduk tidak memiliki tanda identitas yang jelas dan tujuan jelas maka akan diambil kebijakan pemulangan. 

"Kalau kita dapati baik di rumah tempat tinggal mereka tidak dilengkapi identitas kita akan langsung balikkan dan seberangkan kembali. Kami juga berharap ASDP membantu kami untuk mengembalikan kembali masyarakat, saudara kita yang tidak beridentitas seperti itu," kata Dewa Dharmadi. Dia berharap dukungan masyarakat untuk menjaga ketenteraman dan ketertiban di lingkungannya masing-masing. Para pemilik rumah kos diharapkan ikut memeriksa dengan ketat para penyewa. Sementara para pemilik lahan tidak menyewakan untuk dibangun rumah-rumah semi permanen (bedeng). 

"Yang ini kan juga perlu diantisipasi. Bukan melarang tapi perlu diperhitungkan ya tingkat kekumuhan yang terjadi akibat dari rumah-rumah bedeng yang ada. 

Apalagi terletak di jalan-jalan protokol, daerah penduduk kan perlu diantisipasi," tandas Dewa Dharmadi. 

Kasatpol PP Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi. –SURYADI 

Sementara itu pemeriksaan pintu masuk Bali di Pelabuhan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana, semakin diperketat. Selain pemeriksaan di Pos II Pelabuhan Gilimanuk, juga dilakukan upaya pengetatan pemeriksaan di Pos KTP Gilimanuk.

Pemeriksaan di Pos II Pelabuhan Gilimanuk dilakukan oleh pihak kepolisian dengan menekankan pemeriksaan terhadap kendaraan dan barang bawaan. Setelah melewati pemeriksaan di pintu keluar pelabuhan itu setiap kendaraan termasuk pejalan kaki diarahkan masuk ke Pos KTP Gilimanuk yang berlokasi di sebelah Terminal Penumpang Gilimanuk.

Pemeriksaan identitas di Pos KTP Gilimanuk ini melibatkan sejumlah petugas gabungan di Jembrana. Di antaranya sebagian leading sector adalah dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Kemudian ada dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, petugas TNI/Polri, Linmas, termasuk dari Kejaksaan. 

Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Kependudukan pada Dinas (Dukcapil) Jembrana I Komang Sujana seizin Kadis Dukcapil Jembrana, Kamis kemarin menjelaskan bahwa pemeriksaan di Pos KTP Gilimanuk tetap berjalan dalam masa arus balik Lebaran ini. 

Saat ini, dinyatakan ada sebanyak 14 personel gabungan yang berjaga setiap shift di Pos KTP Gilimanuk. "Total petugas per shift ada sebanyak 14 orang. Itu semua gabungan dari kita, Pol PP, Perhubungan, TNI/Polri, Linmas, dan ada juga dari Kejaksaan. Tugas utama kita di Pos KTP Gilimanuk memastikan setiap orang menuju Bali telah melengkapi diri dengan KTP," ujar Sujana. Memasuki masa arus balik Lebaran ini, Sujana mengaku ada rencana untuk menambah personel. Salah satunya adalah perbantuan dari Satpol PP Bali. Termasuk ada skenario untuk menambah tempat pemeriksaan dengan memanfaatkan areal parkiran Teluk Gilimanuk.

Personel bantuan ataupun skenario membagi pemeriksaan di dua titik itu akan dikerahkan ketika situasi sudah padat. "Sementara ini belum sampai ditambah karena situasi belum terlalu padat. Kemungkinan perbantuan dan perbantuan tempat pemeriksaan itu akan dilakukan mendekati perkiraan arus puncak, jelang akhir cuti bersama (Lebaran)," ujar Sujana. Dari hasil pemeriksaan sementara ini, Sujana mengaku ada temuan beberapa warga asal Jawa yang tidak membawa KTP. Namun mereka tetap diizinkan melanjutkan perjalanan karena sudah ada penjamin dan sudah dipastikan memiliki tujuan yang jelas. "Sementara belum (ada dipulangkan). Sesuai prosedur, kalau sudah ada penjamin dan ada tujuan jelas, diizinkan lanjut. Seperti kemarin itu ada yang tidak bawa KTP, tapi dia berlibur dan memang jalan bersama keluarganya, tetap lanjut. Kecuali sudah tidak ada KTP dan tujuannya tidak jelas, baru kita pulangkan," ucap Sujana. 

Sedangkan pantauan NusaBali aktivitas orang maupun kendaraan masuk Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana, terus meningkat. Pada H+2 Lebaran per Rabu (2/4) pagi hingga Kamis pagi kemarin, tercatat ada sebanyak 43.765 orang yang menyeberang dari Pelabuhan Ketapang ke Pelabuhan Gilimanuk.

Sesuai data pihak ASDP, sebanyak 43.765 orang penumpang menuju Bali itu diseberangkan bersama 10.704 unit kendaraan. Total 10.704 kendaraan itu pun didominasi kendaraan roda dua dengan jumlah mencapai 5.089 unit. Disusul kendaraan roda empat sebanyak 4.826 unit, bus sejumlah 369 unit, dan truk sejumlah 420 unit.

Jika dibandingkan produksi harian pada hari H Lebaran serta H+1 Lebaran, tejadi lonjakan penumpang maupun kendaraan ke Bali pada H+3 Lebaran ini. Di mana pada hari H Lebaran, Senin (31/3), tercatat 24.772 orang penumpang dengan 5.004 unit kendaraan menyeberang ke Bali. Kemudian pada H+1 Lebaran, Selasa (1/4), ada 34.795 orang penumpang dan 7.908 unit kendaraan yang masuk Bali. 

Humas ASDP Pelabuan Ketapang-Gilimanuk Roodhin Firmana saat dikonfirmasi Kamis kemarin membenarkan adanya tren lonjakan penumpang dari Ketapang menuju Giliamuk tersebut. Menurutnya, lonjakan penumpang ke arah Bali itu merupakan bagian arus balik Lebaran yang juga diprediksi akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan ini. 

"Kemungkinan akan semakin ramai dalam beberapa hari ke depan. Diperkirakan puncak arus balik terjadi pada akhir pekan ini atau pas saat akhir cuti bersama tanggal 7 April nanti," ujar Roodhin. Meski situasi ramai, Roodhin mengungkapkan bahwa lalu lintas di Ketapang masih tergolong lancar. Kelancaran lalu lintas itu pun disinyalir karena saat ini belum banyak truk yang beroperasi ataupun menyeberang. Di mana pembatasan operasional truk selama Angkutan Lebaran 2025 ini masih akan diberlakukan hingga tanggal 8 April nanti. 

Untuk mengantisipasi kepadatan antrean, Roodhin menyatakan telah dilakukan koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak terkait. Koordinasi dengan berbagai pihak di pelabuhan dilakukan sebagai upaya optimalisasi pelayanan, seperti memperlancar proses bongkar muat termasuk menambah kapal yang beroperasi saat situasi padat dan sangat padat. 

Di samping itu, juga ada koordinasi dengan pihak kepolisian untuk menerapkan delaying sistem (sistem penundaan) ketika terjadi kepadatan di pelabuhan. Khusus di Ketapang, Roodhin menyatakan sudah disiapkan dua titik buffer zone (zona penyangga), yakni di Terminal Sri Tanjung dan di area parkir milik ASDP di Bulusan. 7 ode, adi
Read Entire Article