ARTICLE AD BOX
Hingga hari ketujuh korban belum ditemukan meskipun tim gabungan sudah melakukan pencarian. Sesuai informasi dihimpun, keluarganya I Wayan Piradana sempat melihat korban sebelum menghilang berjalan ke arah selatan banjar Jumat pagi sekitar pukul 10.00 Wita.
Hanya saja, saat hendak memberikan makan siang sekitar pukul 13.00 Wita, Wayan Piradana tidak menemukan korban di rumahnya. Saat itu pun upaya pencarian awal dilakukan oleh keluarga dan warga sekitar, namun hasilnya nihil. Perangkat desa dan prajuru adat kemudian dilibatkan dalam pencarian.
Pencarian efektif mulai dilakukan pada Minggu (30/3) setelah keluarga melaporkan kejadian ini ke Polsek Marga. Tim gabungan yang terdiri dari 50 warga Banjar Cau, lima personel Polsek Marga yang dipimpin Kapolsek Marga AKP I Ketut Suandi.
Lalu lima anggota Polres Tabanan yang dipimpin Kasat Sabhara AKP I Ketut Suaba, tujuh personel BPBD Tabanan dan empat anggota Basarnas dikerahkan untuk menyisir area sekitar Banjar Cau.
Beberapa lokasi yang menjadi fokus pencarian meliputi aliran Sungai Yeh Kakul pecahan Yeh Kajang, area sekitar Beji Pura Puseh Desa Adat Cau, serta tegalan di sebelah timur rumah korban hingga ke utara.
Kapolsek Marga AKP I Ketut Suandi, menyatakan bahwa pencarian akan terus dilakukan dengan melibatkan lebih banyak pihak. “Kami akan terus berupaya mencari korban. Dan Kami juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan korban untuk segera melaporkan ke pihak berwenang,” ujar AKP Suandi, Rabu (3/4).
Menurutnya, tim gabungan masih bersiaga untuk melanjutkan pencarian. Tim pencari bekerja sejak pukul 10.30 Wita hingga 16.10 Wita. "Upaya pencarian secara niskala juga sudah dilakukan pihak keluarga namun belum sampai mengerahkan gong," tegasnya.
Dihubungi terpisah, Perbekel Tua I Wayan Budi Arta Putra menjelaskan keseharian korban Ketut Sudiarta tinggal seorang diri. Namun untuk urusan memberikan makan ada keluarganya yang memperhatikan. "Korban tinggal sendirian, punya anak dua, satu anaknya meninggal kemudian yang satunya tinggal di Nusa Dua," ujarnya.
Menurutnya, hilangnya korban ini sudah sering. Seingatnya sudah tiga kali pergi meninggalkan rumah. "Korban sudah lingsir, kondisinya juga sudah pikun. Sampai sekarang tim masih melakukam upaya pencarian dengan menyisir sejumlah tempat," tandasnya.7des